Saturday, July 28, 2007

Orientation Day

Pagi ini jam 630 gw dah siap2 berangkat untuk orientation day, wah lebih pagi dari biasanya gw berangkat kantor nih. Drillnya seperti biasa, senyum menyambut di reception desk sambil mengucapkan selamat atas diterimanya gw di sekolah tsb, lalu pendaftaran. Mereka menunjukkan ruang pertemuan dan pas gw memasuki ruangan tsb hmmm, cukup ramai yah secara memang ada tiga kelas yg dibuka bersamaan. Jaim dong masuk kelas karna awalnya gw ngerasa belom ada kenalan, biasa. Terus mulai lah melihat wajah2 familiar waktu test, ada jg wajah2 waktu kuliah S1 dulu, dan juga wajah2 waktu seminar dimana gitu, ada juga sih yg senyam senyum SKSD Palapa :-) Dan sementara acara belum dimulai terjadilah perkenalan, saling berbagi cerita dan kabar2i.

Acara orientasi dimulai dengan speech speech. Pada saat perkenalan wajah kami ditampilkan satu persatu, huuh tau gitu pan gw kasih foto dg pose terbaik (dasar!)


Yang gw pelajari selama orientasi ini antara lain:

- tentang adanya kultur yg berbeda dalam pengelolaan sekolah ini dan juga para mahasiswanya, wah moga2 gak bentrok ya, tp gw yakin gw akan bisa enjoy2 aja lah toh gw udah pernah ngerasain dua kultur tersebut :-)

- tentang academic ethic - menarik nih, citation itu penting sih udah gw sadarin, tapi bahwa sekarang udah diformulasikan menjadi "academic crime" dan katanya ada juga hunternya, kog kesannya comitting crime yg gimanaaaa gitu. Apalagi pengalaman gw sendiri nih terkadang sulit untuk tahu pemilik ide orisinil suatu komentar/tulisan yg sama dalam 2 paper yg berbeda tanpa embel2 citation-nya. Kalo mereka hidup dalam era yg berbeda sih yg tua mestinya yg pertama kali punya ide yah, tapi kalo mereka hidup dalam era yg sama? Kalo kita gak bisa tahu siapa penulis orisinalnya, katanya kita harus menganggap dua2 nya honest aja, jadinya kalo kita mau make ide tersebut kita yg harus menyebut kredit untuk dua2 penulis artikel tersebut... hmmmm, berarti ada yg taking credit yaaa.

- tentang leadership - nah pas aktivitas ice breaking itu terpilihlah gw tepatnya "secara gender alias satu2nya cewek" menjadi ketua kelompok. Yah bisa ditebak dong, secara terpilihnya juga sebagai "kambing hitam" ternyata pas kelompok bener2 harus menyelesaikan masalah ada beberapa di antara mereka yg memposisikan dirinya sebagai pemimpin dan tidak bisa diatur, "kayaknya gak rela deh gw pimpin". Awalnya kondisi ini membuat gw menjadi susah untuk memimpin mereka. Memang menyebalkan sih awalnya, sebenarnya toh gw juga ga mengajukan diri kog buat jadi pemimpin kelompok, tapi kepalang dah disuruh gitu. Syukurlah setelah permainan pertama dan mereka lihat sendiri hasilnya "tidak bisa dipimpin", beberapa menjadi bisa menerima dan mau dipimpin, tapi tetep aja gw perhatiin ada jg yg ngeyel sampai selesai. Syukurlah hasilnya cukup menyenangkan, we have learned few things tentang be creative, strategic, working together, dan kelompok gw berhasil menyelesaikan game yg terbanyak dibanding group lainnya. Moga2 kita menerima pelajaran yg bisa membawa ke arah yg lebih baik.

Pengalaman singkat itu membuat gw inget banget pelajaran dari seri apprentice yg terakhir yg gw tonton di StarWorld sometime minggu ini. Ini nih yg gw kutip dari omongannya om Donald Trump di board room saat memecat kandidat yg tidak bisa dipimpin, katanya,
"To be a leader, you have to be able to be led".

Akhirnya acara orientasi selesai juga, tapi sebelum pulang kami dibagiin tugas buat materi kuliah minggu depan lengkap dengan PR yg harus dikumpulin... gubbraaaak :-(

Friday, July 27, 2007

Kilometer Nol

Tepat seminggu yl lah gw menerima email pemberitahuan diterimanya gw di salah satu business school di Jakarta. Senang, pastinya. Tapi tiba2 saja ada kebimbangan (lho?). tapi ini biasa, a law of attraction phenomena :-)

Tepat sebulan yl lah gw mengikuti ujian GMAT dan TOEFL untuk masuk sekolah tersebut. Keduanya adalah ujian pertama kalinya buat gw untuk masuk master school. Gw menyiapkan diri tentunya walaupun saat test agak2 mepet2 waktu selesainya :-). Tapi pas 2 hari setelah ujian tertulis, tepatnya saat test case interview, gw agak kelimpungan juga mengutarakan pendapat gw dalam bahasa business untuk menjawab pertanyaan2 interviewer, memang jargon2 business belum gw kuasai walaupun (katanya) konsepnya sudah bagus (huh, ge-er banget). Saat selesai dari tes wawancara tersebut lah yg mengukuhkan diri gw untuk "keep the plan" yaitu melanjutkan rencana untuk sekolah. Semoga adventure di sekolah ini akan membantu gw memahami bukan hanya jargon2 business tapi lebih dari itu. Semoga.

dan besok, gw akan mengikuti orientasi pertama untuk sekolah tersebut.

Dalam Weekender yg terbit hari ini, mbak Yenny Wahid bilang kalo keberhasilan 1% talent dan 99% hardwork - gw termasuk yg setuju dengannya.

Wish me luck. hope this could be a very interesting business-school adventure.